Hamba Allah yang fakir, Muhammad Dian Setio Budi, seorang penuntut ilmu (Tholibul Ilmi), lahir pada hari Senin, 19 Rabiul Awal 1403 H, bertepatan dengan tanggal 3 Januari 1983, di Kab. Gunungkidul, Provinsi Yogyakarta, Indonesia. Ia Hijrah ke Kuwait dengan beasiswa pendidikan pada tahun 1998 untuk menyelesaikan jenjang sekolah menengah pertama, kemudian sekolah menengah atas di Ma’had Dini (setara MAN) Qortuba di Negara Kuwait. Selanjutnya, ia melanjutkan studinya di Universitas Kuwait, Fakultas Syariah dan Studi Islam, jurusan Ushul Fikih, dan lulus pada tahun 2008 dengan gelar Lc,.
Nama Muhammad adalah “jeneng tuo” (baca: nama tua) yang diberikan oleh KH Mas’ud Masduqi Rois Syuriah PWNU Yogyakarta setelah lauching Kitab Maulid AlHasyimi.
Ia membangun kehidupan profesional dan keluarganya di Kuwait, dan Allah menganugerahinya lima orang anak, terdiri dari empat putri bernama Bilqis, Fatimah, Zainah, dan Zainab, serta seorang putra yang diberi nama Luqman.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Jam’iyyah Nahdhatul Ulama cabang Kuwait selama dua periode (2018–2020 dan 2020–2022), dan hingga kini terus menimba ilmu dari para ulama Asy’ariyah bermadzhab Syafi’i.
